SEO

Apa Yang Terjadi Dengan SEO Ketika Blog Tidak Pernah Diupdate?

Share this good stuff:

Bagi Anda yang paham tentang SEO, tentunya Anda juga mengetahui bahwa Google memiliki penilaian terhadap konten yang terbaru. Konten yang terbaru merupakan faktor penting yang mempengaruhi rating.

Logikanya adalah semakin banyak dan sering Anda mengupdate situs Anda, maka akan semakin sering Googlebot akan mengunjungi situs Anda. Kemudian hal itu akan memberikan peluang Anda untuk mencapai rating yang lebih baik.

Meskipun Anda dapat mengupdate situs Anda dengan cara yang berbeda dalam (bukan berarti jenis konten yang berbeda) menulis dan memposting artikel baru di blog adalah cara yang paling sederhana untuk menghasilkan konten yang terbaru atau fresh content. Jadi, ada beberapa pertanyaan yang sebenarnya perlu untuk dijawab:

Kenapa Anda harus tetap menulis konten blog? Kenapa blog? Haruskah Anda berhenti? Adakah cara lain untuk melakukan pemasaran, mendapatkan trafik, dan menumbuhkan konversi? Lebih tepatnya, seberapa besar pengaruh penulisan blog dengan SEO?

251 hari tidak update blog

Robert Ryan, seorang WordPress Developer / Social Media Manager/ Ahli SEO, mengadakan sebuah percobaan yang sederhana. Pada tahun 2015, ia tidak mengupdate blog selama 251 hari. Dan berikut ini adalah beberapa hal yang ia temukan:

  • Keseluruhan trafik website terlihat mengalami penurunan yang besar yaitu jatuh hingga 32%
  • Trafik organik (organic traffic) jatuh hingga 42%
  • Trafik pada halaman kontak menurun sebesar 15%
  • Keseluruhan konversi situs jatuh hingga 28%

Lalu, apa yang bisa kita simpulkan dari percobaan tersebut?

Blog dapat berdampak pada keseluruhan trafik

Ketika Ryan berhenti mengupdate blog, trafiknya menjadi jatuh hingga 32%. Dari penurunan tersebut menunjukkan bahwa ada keterkaitan antara output blog dengan keseluruhan volume trafik. Sehingga dapat dijadikan sebagai peringatan dari akibat berhenti mengupdate blog.

Ryan berhenti mengupdate blog selama 8 bulan dan 7 hari, tentu jika Anda tidak mengupdate blog selama satu atau bulan, mungkin konsekuensi yang akan Anda dapatkan tidak akan ekstrim seperti Ryan.

Baca Juga : Pilih SEO atau PPC?

Namun tetap saja, sebaiknya Anda teratur dalam memperbarui blog Anda. Untuk beberapa alasan seperti bisnis Anda yang sedang menghadapi sebuah masalah, kesehatan Anda yang sedang terganggu, atau hal lain yang terjadi dan tidak memungkinkan Anda membuat blog, Anda bisa membuat jadwal posting artikel selama beberapa waktu ke depan. Setidaknya jika ada saat-saat dimana Anda sibuk mengurusi hal lain, Anda mengetahui bahwa artikel Anda akan tetap terposting sesuai dengan jadwal.

drop traffic

Trafik organik mengalami penurunan yang besar

Penurunan trafik organik yang diperoleh Ryan, yaitu 42% merupakan hal yang luar biasa. Bagi beberapa bisnis, semacam membuat perbedaan yang jelas antara menghasilkan dan menghilangkan pendapatan. Trafik organik yang merugikan sama halnya dengan menerima pinalti algoritma.

Trafik organik didapat dari konten, lebih tepatnya dari blog. Trafik organik adalah alur berjalannya bisnis Anda. Itu adalah audiens Anda. Sulit dipungkiri bahwa Google memang menunjukkan preferensi terhada situs dengan konten yang secara konsisten diperbarui. Namun tidak ada yang tahu persis bagaimana algoritma Google dapat bekerja. Tapi kita tidak bisa membantah fakta bahwa berhenti blog akan mengarahkan kita ke trafik organik yang turun.

Dengan memiliki sebuah situs yang dinamis (publikasi konten) sebagai lawan dari yang statis, itu berarti Anda menyediakan Google sebuah penelusuran dan indeks yang baru. Kemudian, hal ini akan membuat Anda tetap berada di ‘radar’ Google.

Anda juga harus mempertimbangkan fakta mengenai setiap postingan blog yang baru akan memberikan peluang pada pendapatan backlink yang lebih banyak dan menambah peringkat kata kunci.

Semakin banyak menulis blog, semakin banyak leads

Berhenti menulis blog berarti keseluruhan trafik organik akan menjadi turun yang berakibat pada semakin sedikit jumlah pengunjung yang melihat website Anda, dan itu berarti leads akan menjadi lebih sedikit. Dan inilah yang dialami oleh Ryan, dimana trafik pada kunjungan website miliknya 15% turun.

Berhenti menulis blog sama dengan membunuh konversi

Mungkin peringatan yang paling akhir dan mengkhawatirkan adalah temuan Ryan yaitu penurunan konversi dari situs sebanyak 28%. Menulis blog sama dengan membangun konversi, tetapi bagaimana itu bisa terjadi? Bagaimana blog dapat terkait dengan konversi?

Menulis blog adalah cara yang cukup efektif untuk mendapatkan feedback yang baik dari pengguna internet. Hubungan yang baik dengan pengguna internet dapat dimulai dari satu posting blog.

Pada dasarnya, menulis blog merupakan upaya untuk mendapatkan kepercayaan dari pengunjung website. Pelanggan tentunya akan melihat bisnis Anda dari sisi pertumbuhan dan cara Anda mempertahankan sisi positif brand.

Blog dapat mempengaruhi pembelian. Ketika sedang mempertimbangkan keputusan pembelian, bagi seorang konsumen, blog adalah unsur ketiga yang dapat mempengaruhi perilaku pembelian konsumen, yang lain adalah situs brand dan media sosial (Facebook).

No traffic - No profit
No traffic – No profit

Ketika sedang berhenti menulis blog, pelanggan Anda mungkin bertanya-tanya apakah Anda masih menjalankan bisnis atau tidak. Karena tidak ada yang ingin melakukan bisnis dengan tempat yang terlihat sepi dan tenang. Anda mungkin masih menjalankan bisnis, tetapi jika tidak ada konten terbaru yang menandakan aktivitas Anda, konsumen mungkin mengira Anda tidak ada untuk melayani mereka.

Dan tentu saja, hal itu akan membunuh konversi Anda.

Seperti yang sudah dikatakan di awal, blog membangun kredibilitas, dan kredibilitas mempengaruhi bisnis Anda. Tentu, Anda tidak ingin bisnis Anda menjadi sia-sia karena tidak pernah update blog bukan?

Facebook Comments
Share this good stuff:
Previous post

Cara Mengetahui Kapan Sebaiknya Menggunakan Trafik Media Sosial Berbayar

Next post

Tips agar Kampanye Marketing pada Musim Natal Sukses

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published.