Financial

Pentingnya Peran UMKM Bagi Perekonomian Indonesia

Share this good stuff:

Sekarang ini Indonesia sedang mengalami pembangunan ekonomi yang cukup bagus. Salah satu pembangunan ekonomi Indonesia yang sedang berkembang adalah bisnis kecil. Hal itu dikarenakan Indonesia ini merupakan salah satu Negara yang sebagian besar jumlah penduduknya berpendidikan rendah. Oleh karena itu, kegiatan usaha kecil baik pada sektor tradisional ataupun modern sedang digalakkan oleh pemerintah pusat untuk kesejahteraan masyarakat.

UMKM hadir sebagai sebuah solusi dari sistem perekonomian yang sehat karena UMKM merupakan salah satu sektor industri yang tidak terkena dampak krisis global yang melanda dunia. Oleh karena itu, peran UMKM ini cukup besar untuk tumbuhnya Ekonomi di Negara Indonesia.

Peran dan kontribusi UMKM untuk Perekonomian di Indonesia

Berbicara mengenai kontribusi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terhadap produk domestic bruto memang mengalami peningkatan dan menggeliat dalam 5 tahun terakhir. Hal itu dikarenakan Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memberikan peluang untuk pebisnis kecil berkembang. Kementrian telah mencatat bahwa kontribusi disektor UMKM meningkat mulai dari 57.84 persen menjadi 60,34 persen.

Tidak sampai disini saja, ternyata sektor UMKM juga mampu menyerap tenaga kerja didalam negri. Dilihat dari segi tenaga kerja UMKM tumbuh dari 96,99 menjadi 97,22 persen dalam 5 tahun terakhir. Hal itu tentu bisa membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi lebih baik.

Dengan penyerapan tenaga kerja yang cukup meningkat maka UMKM juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan kata lain, UMKM ini bisa dianggap memiliki peran yang cukup strategis dalam memerangi kemiskinan dan pengangguran yang ada di Indonesia. Selain itu, anda juga perlu ketahui bahwa kontribusi terbesar dari usaha UMKM adalah industri ekonomi kreatif. Hal ini bisa dilihat dari data pertumbuhan yang cukup positf dengan pertumbuhan hingga 5,6 persen sejak 2010 sampai 2013.

Tidak sampai disitu saja, bisnis kecil ini juga mampu memberikan sumbangsih terhadap PDB yang tercatat mencapai 7,1 persen dan mampu menyerap 10,7 persen atau sekitar 12 juta total dari tenaga kerja. Memang kontribusinya cukup besar meskipun hanya usaha kecil.

pelaku usaha UMKM

Untuk industri ekonomi kreatif ini sendiri juga tumbuh 5,76 persen pada tahun sebelumnya. Hal itu bisa dikatakan bahwa pertumbuhan ekonomi ini diatas rata-rata. Untuk PDB nasional ini peran umkm ini cukup penting karena mampu memberi nilai tambah hingga Rp 641,8 triliun. Walaupun begitu, pemerintah juga memiliki target tersendiri dari UMKM ini karena pemerintah merencanakan kontribusi PDB Ekonomi kreatif ditahun 2019 bisa mencapai 7 – 7,5 persen.

Untuk sektor ekonomi kreatif ini pemerintah menargetkan 15 subsektor ekonomi kreatif dimana 3 diantaranya telah tercatat mampu memberikan kontribusi PDB yang cukup besar. Ketiganya itu diantaranya adalah usaha kuliner sebesar Rp 209 triliun atau 32,5 persen. Fashion sebesar Rp 182 triliun (28,3 persen) dan kerajinan sebesar Rp 93 triliun (14,4 persen).

Baca juga : Tips Sukses Dari Jack Ma Alibaba

Namun meskipun UMKM ini memiliki peran penting dan memberikan kontribusi yang cukup besar untuk Negara, bisnis UMKM ini juga masih memiliki kelemahan saat beroperasi sehingga pemerintah perlu untuk memberikan dukungan dan sokongan agar bisnis UMKM ini bisa berjalan dengan lancar.

Beberapa permasalahan yang bisa kita jumpai pada bisnis UMKM ini adalah seperti kesulitan pemasaran, keterbatasan SDM, kesulitan bahan baku, keterbatasan inovasi dan teknologi, hingga kesulitan akses ke sumber pembiayaan yang cukup terbatas. Dengan mengetahui beberapa permasalahan tersebut, maka sudah semestinya pemerintah untuk memperhatikan bisnis kecil ini karena jika berkembang maka Negara juga akan mendapatkan keuntungan pemasukan.

Facebook Comments
Share this good stuff:
Previous post

Cara Menjadi Reseller Online Shop Pemula Dengan Mindset Sukses

Next post

Besarnya Prospek Bisnis Kopi Yang Ternyata Butuh Modal Kecil