RisetSales & Marketing

Penjualan stabil tanpa diskon dan bonus

Share this good stuff:

Untuk mendapatkan penjualan yang bagus salah satu caranya memang memberikan diskon dan bonus, tetapi ada cara lain agar selain mendapatkan penjualan bagus tetapi juga memiliki bisnis stabil dan tahan lama yaitu dengan menggunakan pola bisnis yang berbasis relationship.

Sebelum ke inti pembahasan coba kita lihat dua pola bisnis dibawah ini :

1. Pola bisnis berbasis promosi

Menentukan Produk yang sedang laris

|

Menentukan Pangsa Pasar

|

Melakukan Promosi

 

2. Pola bisnis berbasis relationship

Menentukan jenis pasar ingin dituju

|

Mengenali lebih dalam Pangsa Pasar

|

Membangun relationship

|

Menawarkan Produk

Jika dilihat dari pola bisnis diatas sepertinya bedanya tipis. Untuk pola bisnis pertama, produk yang dijual adalah produk yang sangat menguntungkan laris dipasaran / hot product tetapi nantinya akan banyak pesaing-pesaing yang datang. dengan banyaknya persaingan lalu apa yang terjadi setelahnya, pasang diskon, promosi besar-besaran yang akhirnya mengurangi omset penjualan perbulan, itupun belum pasti ada repeat order dari customer.

Nah coba kita lihat kembali pola bisnis yang kedua, kita tentukan sendiri apa yang ingin kita jual, kenali lebih dalam pangsa pasar yang dituju berdasarkan produk yang diinginkan, berikan value lebih kepada calon pelanggan sehingga dapat mulai membangun relationship dengan pelanggan. Kemudian langkah terkahir adalah mulai produk.

Untuk membangun relationship dengan pelanggan paling tidak kita harus fokus mempelajari karakter dari pangsa pasar tersebut sehingga terjadi komunikasi yang nyambung. Dengan kata lain kita harus bisa mengambil hati konsumen dulu sebelum jualan produk.

Sebagai contoh kita ingin menjual produk otomotif. Kita tentukan dulu pangsa pasarnya lebih dalam. Misalkan menentukan audience pria yang hobi otomotif, langkah awal yang dilakukan kita bisa memberikan tips-tips dibeberapa media sosial seperti facebook grup misalnya.

Lalu bagaimana agar memberikan tips tersebut agar tepat sasaran? kita harus meriset terlebih dahulu beberapa daftar berikut :

  1. Apa yang biasa pria dengan hobi otomotif lihat?
  2. Apa yang mereka pikirkan mengenai kendaraan mereka?
  3. Apa yang menjadi keinginan mereka?
  4. Apa yang menjadi kendala bagi mereka untuk mencapai keinginan tersebut?

Untuk kasus ini dapat mencari melalui google untuk meriset jawaban dari pertanyaan diatas. Sebagai contoh jawaban :

  1. Biasanya penggemar otomotif sering melihat tayangan/berita tentang otomotif, melihat mobil atau motor modifikasi dijalan raya, dan bahkan melihat kendaaan yang bersih dan mengkilat.
  2. Keinginan untuk kendaaran yang sama seperti yang mereka lihat, entah di siaran TV/internet/koran/majalah, modifikasi bahkan mengingikan perawatan mobil.
  3. Memiliki impian agar semakin percaya diri ketika menaiki kendaaraannya.
  4. Kurang pengetahuan memilih variasi mobil atau kurangnya pengetahuan bagaimana cara merawat mobil yang benar.

Nah dengan hasil riset tersebut, kita bisa memberikan tips-tips yang bermanfaat pada audience pria dengan hobi otomotif  lewat beberapa channel media sosial (memperkuat personal branding). Baru langkah berikutnya adalah mengenalkan produk seperti produk variasi mobil dengan merk tertentu, menawarkan produk perawatan mobil, apparel yang berkaitan dengan produk ternetu, bahkan hingga e-book berbayar tentang perawatan mobil yang benar.

Pola bisnis berbasis relationship kalau dilihat agak ribet karena harus mempelajari audience dengan baik. Tetapi apabila pola ini sudah mulai berjalan, bisnis akan berjalan lebih stabil dan tahan lama. Selain itu proses closing penjualan, lebih cepat, dan bahkan bisa jadi tanpa memberikan promo diskon atau memberikan bonus produk tertentu kita dapat langsung mendapatkan konversi.

 

 

 

Facebook Comments
Share this good stuff:
Previous post

Strategi mudah mendapatkan pelanggan online lebih banyak

Next post

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT MEMBANGUN WEBSITE AGAR TERLIHAT BONAFIT

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published.