Sales & Marketing

Fakta-fakta Seputar Harbolnas 2016

Share this good stuff:

Bagi Anda yang menyenangi berbelanja online pastinya sudah paham dengan istilah Harbolnas, tetapi ternyata ada beberapa istilah lain yang mungkin Anda belum pahami.

Awal lahirnya Harbolnas

Harbolnas adalah perayaan untuk mendorong dan mengedukasi masyarakat mengenai kemudahan dan kenyamanan berbelanja online. Hari belanja online sebenarnya sudah ada di Amerika, Kanada, Inggris, dan Jepang. Negara-negara tersebut sudah menetapkan hari khusus untuk pelaksanaan belanja online dengan penawaran promo dan diskon secara besar-besaran pada hari-hari tertentu.

Di Kanada, Inggris, dan Jerman mengadakan perayaan belanja online pada hari yang disebut Cyber Monday. Sementara di Amerika, pesta diskon besar-besaran yang dimeriahkan oleh para e-commerce dilakukan setelah Thanksgiving Day.

Di Indonesia sendiri, baru ditetapkan pada tanggal 12 Desember 2012 dengan tema yang sangat unik, yaitu ‘Harbolnas 12.12.12’. Kampanye yang digelar selama 24 jam hingga 3 hari kedepan memiliki misi agar industri e-commerce di Indonesia bisa bertumbuh dan berkembang dengan pesat.

Peserta yang tergabung dalam Harbolnas

Pada tahun 2012, hanya 7 e-commerce yang terdaftar sebagai peserta Harbolas. Ke-7 e-commerce tersebut adalah Lazada, Zalora, BerryBenka, PinkEmma, Bilna, Traveloka, dan Luxola. Karena adanya respon yang positif dari masyarakat, sehingga semakin banyak e-commerce yang mendaftar untuk menjadi peserta Harbolnas.

Pada tahun 2013, Harbolnas diikuti oleh 22 e-commerce, yang lanjut pada tahun 2014 dengan 78 e-commerce, dan pada tahun 2015 mencapai 140 e-commerce partisipan. Hingga saat ini, sebanyak 200 e-commerce telah ikut memeriahkan harbolnas.

Keuntungan yang didapat e-commerce

Bila melihat semakin banyak e-commerce yang mendaftar dan semakin tinggi minat masyarakat untuk berbelanja online, maka sudah dipastikan transaksi yang berlangsung selama 3 hari tersebut sangatlah besar. Total keuntungan yang didapat oleh e-commerce setiap tahunnya meningkat, seperti pada tahun 2014 lalu, jumlah pendapatan yang diraih oleh e-commerce meningkat hingga 8 kali lipat dibanding Harbolnas 2013.

Mengacu pada data Bank Indonesia yang diungkapkan oleh Fetnayeti, Direktur Bina Usaha Perdagangan Kementerian Perdagangan, mengatakan bahwa transaksi perdagangan online di Indonesia pada tahun 2014 hanya Rp 34,9 triliun.

”Kemendag sangat mendukung usaha perdagangan melalui online atau dikenal dengan e-commerce. Dari angka Rp 34,9 triliun, diprediksi tahun ini akan meningkat menjadi Rp 224,9 triliun”, ujar Fetnayeti, seperti dikutip dari Detik, Rabu (9/12/2015).

Itu berarti Harbolnas 2015 memberikan peningkatan yang signifikan meskipun pelaksanaannya sempat diwarnai permasalahan diskon palsu. Lalu bagaimana dengan Harbolnas 2016? Sudah jelas terlihat akan signifikan juga bukan?

Konsumen yang memburu diskon

Dalam sebuah survey yang dilakukan oleh sebuah penyedia cashback pada setiap belanja online, ShopBack, mengungkapkan bahwa ada beberapa fakta unik terjadi pada Harbolnas 2016 sekarang.

Mereka telah melakukan survey pada 2.734 responden untuk mengungkapkan fakta unik tersebut mengenai Harbolnas yang akan dirayakan pada tanggal 12 – 14 Desember mendatang.

Indra Yonathan, Country General Manager ShopBack Indonesia, mengungkapkan bahwa sebagian besar konsumen yang berbelanja online adalah kaum pria dengan presentase sebesar 53,4 %, dibanding kaum wanita yang hanya 46,6 %.

Untuk segi umur, paling banyak rentang usianya 26 – 30 tahun sebanyak 29,2 % dan dari segi profesi kebanyakan adalah para karyawan dengan persentase 58,5 % yang memiliki rentang gaji antara Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta sebanyak 32 %.

Produk yang paling banyak dicari

Masih dengan survey yang sama, Yonathan menyebutkan bahwa kategori produk yang paling banyak dicari adalah gadget dan aksesorisnya dengan presentase 38,1 % dan produk fashion sebesar 22%.

“Hasil survey ShopBack juga menunjukkan 47,3 % konsumen mengeluarkan budget hingga Rp 250 ribu ketika mereka pertama kali mencoba belanja online.” Kata Yonathan, dikutip dari Viva, pada Selasa (6/12/2016).

Sedangkan waktu yang banyak dipilih para konsumen untuk berbelanja online adalah 12 Desember 2016, karena pada tanggal tersebut bertepatan dengan hari libur nasional dengan presentase sebesar 36,1 %. Sementara sebanyak 29,6 % memilih tanggal 14 Desember untuk berbelanja online.

Facebook Comments
Share this good stuff:
Previous post

Harbolnas 2016 Telah Tiba: Tips Agar Nyaman Berbelanja Online

Next post

4 Taktik Kunci Pemasaran Viral yang Terbukti Berhasil

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published.