Sales & Marketing

Cara Mengetahui Jika Pembaca Bosan dengan Konten Anda

Share this good stuff:

Membuat konten yang dapat menarik perhatian, menimbulkan rasa penasaran, dan mendorong pembaca untuk membacanya serta menelusuri informasi yang lainnya, memang sangatlah sulit untuk dilakukan sepanjang waktu, tetapi pasti akan jauh lebih baik jika konten tersebut memang benar-benar bisa menarik minat pengunjung untuk membacanya. Tetapi tetap saja, untuk mewujudkannya, sulit bukan?

Khususnya bagi perusahaan yang memiliki pasar dengan skala mikro-niche dengan sedikit orang yang memiliki ketertarikan dengan pembahasan tertentu. Dan jika audiens secara terus-menerus dibuat bosan dengan konten website, secara jelas akan memberikan dampak yang negatif pada trafik, leads, konversi, reputasi brand, dan pada akhirnya keuntungan. Konten yang membosankan lebih buruk daripada tidak ada konten sama sekali. Jika Anda merasa bahwa konten Anda tidak mendapatkan respon sama sekali dari audiens, sangat penting bagi Anda untuk memperbaiki keadaan sesegera mungkin.

Berikut ini adalah beberapa petunjuk jika ternyata memang konten Anda membosankan bagi pengunjung website dan menjadi tanda bagi Anda untuk segera memperbaikinya:

Tingginya Persentase Bounce rate Anda

Apa itu Bounce Rate?

Google mendefinisikan Bounce Rate sebagai persentase dari jumlah pengunjung yang meninggalkan web atau blog Anda setelah hanya membuka satu halaman saja. Misalnya, pengunjung tersebut membuka halaman utama web atau blog tetapi mereka tidak membuka halaman yang lainnya dan pindah ke situs lain. Anda dapat menemukan Bounce Rate di Google Analytics.

Beberapa permasalahan bisa menjadi penyebab bounce rate Anda berada menyentuh presentase yang cukup tinggi, seperti proses munculnya landing page yang cukup lama, popup yang mengganggu, atau tampian landing page pada mobile yang kurang menarik bagi pengunjung. Pengunjung juga bisa saja tidak menyenangi konten website Anda, sehingga mereka lebih memilih meninggalkan website tanpa meninggalkan komentar.

Jika bounce rate Anda menyentuh angka persentase sebesar lebih dari 70%, maka pastikan Anda mengetahui penyebabnya dengan segera dan melakukan perbaikan dengan cepat. Jangan sampai angka persentase bounce rate menjadi 90% karena itu menandakan website Anda memerlukan perubahan secara total, baik dari segi desain, navigasi, dan konten.

Anda mendapatkan sedikit komentar atau bahkan tidak sama sekali

Apakah Anda membuat blog post, update media sosial, atau yang lainnya secara teratur tetapi hanya mendapatkan feedback yang sangat sedikit dari pengguna internet? Mungkin Anda bahkan sudah membuat postingan yang Anda yakin akan mendorong adanya diskusi di antara para pengguna internet, tetapi masih saja kurang mendapatkan respon yang diharapkan dari para pengguna internet. Ini berarti Anda perlu mempelajari sesuatu dan mengubah permainan Anda.

Ketahui apa yang pembaca Anda sukai dan tidak sukai. Misal, dari segi bahasa Anda yang kurang menarik atau tidak seperti bahasa yang pembaca gunakan dalam kegiatannya sehari-hari. Maka sebaiknya Anda menggunakan bahasa yang digunakan oleh pembaca dalam kesehariannya. Selain itu, buatlah pembaca tertarik pada konten Anda dengan menggunakan judul yang sedikit bombastis. Meskipun mungkin Anda kurang menyukai tapi ini terbukti ampuh dapat menarik perhatian para pembaca di internet.

Misalnya, Anda menggunakan judul “Cara Efektif Branding Produk Lokal Anda”. Tetapi artikel tersebut kurang mendapat perhatian, sehingga Anda perlu mengubahnya menjadi “Cara Memenangkan Persaingan dengan Facebook Ads: 8 Hal yang Perlu Dipelajari untuk Mendapatkan Banjir Keuntungan”. Karena Anda mengetahui bahwa fokus utama para pebisnis online adalah keuntungan, sehingga jika Anda memiliki penyedia layanan Facebook Ads, dengan judul tersebut akan menarik banyak pembaca.

Konten Anda Tidak di-Share oleh Pembaca

Social shares adalah ukuran sederhana namun informatif untuk mengetahui keefektifan content marketing suatu website. Jumlah like, tweet, comment, dan share, merupakan bagian penting dari apa yang Anda terima dari konten website Anda, untuk mengetahui apa manfaat yang didapatkan oleh pembaca Anda melalui respon mereka mengenai konten Anda. Kemungkinan lain, pembaca tertarik dengan konten Anda tetapi mereka tidak merasa konten tersebut layak untuk dibagikan di akun media sosial mereka. Untuk mengatasi permasalahan ini, Anda bisa menggunakan tenaga analisis media sosial yang full-time atau memperbanyak konten yang disertai percakapan dengan pembaca Anda.

Unfollow rate Anda cukup tinggi

Apakah jumlah pembaca Anda semakin bertambah atau berkurang pada setiap Anda memposting konten yang baru? Banyak pengguna media sosial yang menentukan sedikit pilihan mengenai informasi atau feeds apa yang dianggap relevan dengan mereka. Ada beberapa tools yang bisa digunakan untuk mengetahui siapa yang telah me-follow atau unfollow akun media sosial Anda, seperti Unfollowerstats dan Tweepsmap untuk Twitter.

Keseluruhan trafik menurun

Jika Anda menemukan trafik pada website Anda menurun, ini juga bisa menjadi tanda bahwa audiens Anda telah kehilangan minat mereka untuk membaca konten Anda. Sementara itu, mereka mungkin juga tidak mengharapkan sesuatu yang mengesankan pada setiap postingan Anda. Dan yang terburuk adalah jika mereka sudah tidak berminat untuk kembali mengunjungi website Anda atau melihat postingan di media sosial Anda.

Untuk menganalisis apakah konten Anda menarik atau tidak, Anda bisa menggunakan Google Analytics. Berhati-hatilah dalam membaca data yang ditampilkan, karena bisa jadi Anda malah mendapatkan interpretasi data yang salah. Data hanya akan memberitahu Anda mengenai apa yang terjadi dengan trafik website Anda, tetapi tidak mendiagnosa penyebab masalah pada trafik Anda. Jika Anda menduga bahwa audiens Anda bosan dengan kontan Anda, segera ambil tindakan untuk memperbaikinya dan lihatlah perubahannya dengan data yang ditampilkan Google Analytics.

Facebook Comments
Share this good stuff:
Previous post

Cara Bisnis Kecil agar Dapat Bersaing dengan Bisnis Besar Menggunakan SEO dan Media Sosial

Next post

Berhentilah Membangun Trafik dan Mulailah Membuat Konversi dengan Ikuti Cara-cara Ini

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published.