Online Marketing

Berapa Budget Yang Dibutuhkan Untuk Menjalankan Campaign Digital Marketing

Share this good stuff:

Melakukan campaign digital marketing dapat dianalogikan seperti melakukan perang dengan kompetitor dalam mengakuisisi pelanggan. Untuk bisa menang perang, kamu butuh tenaga dan amunisi yang cukup, sesuai dengan strategi perang mu.

Keberhasilan sebuah campaign digital marketing tentu sejalan dengan seberapa besar budget yang kamu punya. Budget digital marketing memang selalu dipertanyakan. Sangat wajar memang, terlebih lagi para pemula yang baru akan memulai menjalaninya.

Akan tetapi agar menghasilkan Return On Investment (laba dari investasi) yang baik, ada beberapa hal yang perli dipertimbangkan. Semua itu bertujuan agar anggaran yang dikeluarkan tidak terbuang sia-sia serta memberikan hasil yang sesuai harapan.

Budget Digital Marketing

Terdapat dua metode digital marketing secara umum dalam menentukan budget marketing, yakni pendekatan bottom-up dan top-down. Pendekatan buttom-up jadi pendapatan yang terbaik, tapi lebih rumit. Sedangkan pendekatan top-down memiliki cara yang berkebalikan dengan bottom-up.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hal tersebut. Seperti target fans, atau followers yang ingin dicapai, jumlah pengunjung yang diharapkan dan berbagai hal lainnya. Intinya adalah biaya marketing ini merupakan investasi yang menguntungkan. Sehingga budget yang dikeluarkan ini memberikan imbal baik yang baik.

Cara Menghitung

Sebelum menghitung budget digital marketing ternyata jenis usaha, target sasaran juga memberikan pengaruh pada budget marketing nantinya. Contohnya saja jenis usaha bisnis ke bisnis dengan bisnis ke konsumen akan berbeda biayanya. Lokasi target sasaran baik itu lokal, regional dan nasional juga membedakan besaran biaya.

SEO

SEO merupakan taktik pemasaran yang memakan waktu 3 hingga 6 bulan. Jika timeframe yang ada memakan waktu yang lebih lama katakan 6 bulan atau bahkan lebih maka harus menyiapkan anggaran lebih banyak. Lebih lama mengalokasikan anggaran ke arah SEO, waktu membangun brand lebih kuat di internet.

Tidak hanya itu, analisis kompetitor juga wajib dilakukan. Semakin kuat SEO kompetitor, setidaknya kita membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih banyak untuk bisa lebih bagus.

Kalau ingin melakukan campaign SEO manual atau ditangani sendiri, yang kamu butuhkan cukup laptop dan koneksi internet. Anggap saja tagihan listrik dan koneksi internet mu sebesar Rp 500 ribu per bulan. Maka cukup segitu biaya yang dibutuhkan untuk SEO.

Namun jika ingin menggunakan jasa SEO dari konsultan atau agensi, maka minimal bisa siapkan kocek sebesar Rp 1 juta rupiah per bulan. Ingat, SEO ini bersifat jangka panjang. Jadi bisa dihitung sendiri perkiraan berapa bulan kamu butuh menjalankan campaign.

Baca juga : Marketing Jitu Murah Meriah Dengan Memanfaatkan Selebgram

PPC

Pay Per Click Mareketing merupakan cara terbaik untuk traffic yang berkualitas yang masuk langsung ke web kalian. Hanya dalam 15 menit, iklan bisa tampil dalam mesin pencari kepada calon pelanggan yang potensial. Bila jangka timeframe pemasaran lebih pendek, misalnya saja dibawah 3 bulan, alokasikan anggaran lebih besar untuk PPC agar dapat membantu dalam meningkatkan lalu lintas langsung ke situs kamu.

Untuk PPC AdWords yang disediakan Google, kamu bisa memasukkan budget harian mulai dari angka berapa pun. Untuk hasil yang optimal, coba mulai dari angka Rp 25 ribu per hari.

gladiator marketing
Kalau kamu perang cuma pakai ini, sedangkan lawanmu pakai tank. Kira-kira bagaimana?

Social Media

Social media marketing juga membutuhkan waktu yang lama. Meskipun lama timeframenya, juga harus diperhitungkan untuk bersamaan melakukan pemasaran dengan pemasaran online lainnya. Misalnya saja SEO dengan waktu singkat dan dana yang terbatas maka alokasikan sebagian anggaran untuk social media marketing.

Ada 2 jenis campaign yang bisa dilakukan. Yang pertama yaitu sosial media management. Jika dilakukan sendiri maka bisa dibilang gratis (paling biaya internet dan listrik). Namun jika menggunakan jasa pihak ketiga, kira-kira dibutuhkan sebesar Rp 3 juta per bulan. Ini sudah termasuk konten, penjadwalan posting, dan juga interaksi dengan pengguna medsos yang lain.

Jenis campaign kedua adalah campaign marketing berbayar. Platform terkenal yang menyediakan fitur beriklan ini contohnya adalah Facebook dan Instagram. Harga pasang iklan disini juga bervariasi, tergantung jangkauan pasar dan durasi. Tapi untuk angka kasarnya, kamu butuh sekitar Rp 1 juta per bulan untuk masing-masing patform.

Email

Email marketing adalah cara langsung untuk berkomunikasi dengan klien dan juga jadi salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan penjualan. Bila memiliki waktu yang lebih untuk menjalankan strategi digital, maka kamu harus mengalokasikan anggaran untuk marketing yang efektif tersebut. Biaya internet marketing yang diperlukan juga sangat murah berkisar Rp 160 ribu per bulan.

Mobile App

Marketing yang satu ini terhitung yang paling mahal untuk angka investasi awal. Seperti yang kita tahu, biaya pembuatan aplikasi mobile terhitung tidak murah. Angka minimal yang bisa diestimasi dalam pembuatan aplikasi mobile yang murah basic kira-kira sebesar Rp 6 jutaan.

Bila ingin mendapatkan hasil promosi yang terbaik dengan budget iklan marketing, kamu tetap harus memperhatikan targetnya. Bagaimanapun biaya marketing ini akan menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Caranya juga beragam dengan jangka waktu yang ditentukan, jadi jangan ragu untuk menjalankan internet marketing dengan berapa pun yang kamu punya.

Tapi ingat ya. Kalau mau hasil besar, kamu harus punya setidaknya budget yang besar juga. Mau hasil bagus kok cari yang gratisan. Hehe.

Facebook Comments
Share this good stuff:
Previous post

3 Persiapan Sukses Marketing Menghadapi Liburan Akhir Tahun

Next post

Mengenal Awal Lahirnya Aplikasi Android